Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 04 November 2019, 06:31 WIB 866 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Banyumas Peringkat Tertinggi di Jawa Tengah Penderita Thalasemia

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Banyumas Peringkat Tertinggi di Jawa Tengah Penderita Thalasemia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS – Penyakit thalasemia kini menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat lantaran jumlah penderitanya terus bertambah hal ini diakibatkan masih kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang penyakit generatif ini. Menurut Ketua Pusat Yayasan Thalasemia Indonesia, Ruswandi, saat ini di Banyumas penyandang thalasemia mencapai 500 orang lebih, dan tertinggi di Jawa Tengah.

“Hal inilah yang mendorong pengurus pusat mengapresiasi Bupati Banyumas yang menginisiasi pencanangan Bulan Thalasemia, karena pencanangan ini pertama di Indonesia bahkan dunia,” katanya saat menyambut acara pencanangan bulan Thalasemia di Banyumas Sabtu (2/11) di Pendapa Sipanji.

Sementara itu Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia Cabang Banyumas Abdul Aziz Suparno mengatakan penyakit ini diturunkan ke anak, dari orangtua yang menderita thalasemia. Thalasemia dapat dicegah dengan cara menghindari perkawinan antara pembawa sifat. Oleh karena itu, salah satu upaya pencegahan harus dilakukan dengan cara skrining thalasemia melalui pemeriksaan darah, disamping itu edukasi pada masyarakat termasuk konseling sebelum pernikahan sangat diperlukan.

“Penderita thalasaemia mayor mengalami sakit yang luar biasa, karena harus menjalani transfusi darah seumur hidup minimal setiap bulan sekali, menjadikan orang tua berkewajiban terus merawat, dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Biaya berobat per anak bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Jadi kalau dalam keluarga ada anak penderita thalasaemia mayor, sangat memberatkan ekonomi keluarga,” katanya

Menyikapi perlunya menyebarluaskan bahaya penyakit thalasemia itu, PT Prodia Widyahusada Tbk, mendukung kegiatan dengan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit thalasemia dan Skrining Thalasemia kepada perwakilan siswa SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyumas.

Marina Eka Amalia, Legal Head & Corporate Secretary Prodia mengatakan, kegiatan edukasi pencegahan thalasemia ini menjadi bagian dari kegiatan corporate social responsiblity (CSR) PT Prodia.

“Tahun ini kita memberikan Skrining kepada 1000 pelajar dan masyarakat di Banyumas yang dipusatkan di SMA Negeri Ajibarang, SMKN 2 Banyumas dan Pendopo Sipanji ini,” katanya.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein meminta seluruh komponen masyarakat mendukung kegiatan pencanangan ini, untuk memutus mata rantai kelahiran thalasemia mayor, menuju Banyumas bebas Thalasemia tahun 2023.

“Bulan Nopember ini kita jadikan untuk sosialisasi dan edukasi mencakup pemberian wawasan ke tentang penyakit thalasemia yang diturunkan secara genetik, metode penanganan dan cara mencegah kepada semua masyarakat dengan berbagai cara,” katanya

Bupati juga mengintruksikan kepada semua rumah sakit dan puskesmas untuk melakukan skrining. Hal tersebut sebagai data dalam penanganan thalasaemia.

“Untuk menguatkan hal tersebut bilamana perlu keluarkan Peraturan Bupati agar penanganan tuntas,” tandasnya

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi