Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (4 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (4 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (4 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (12 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (15 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (16 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (19 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (21 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (21 jam yang lalu)
INFODESA 24 Juli 2019, 22:18 WIB 419 PDF

Atlet Termuda Cabor Paralayang Porprov VI Jatim Putri Anggota Kodim Ponorogo Raih Medali Perunggu

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Atlet Termuda Cabor Paralayang Porprov VI Jatim Putri Anggota Kodim Ponorogo Raih Medali Perunggu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

PONOROGO, INFODESANEWS  – Mewakili Kabupaten Ponorogo dalam perhelatan olah raga empat tahunan di Provinsi Jatim merupakan impian seluruh pemuda di wilayah ini. Demikian pula dengan Izza Ulya Faradisa salah satu putri anggota Kodim 0802/Ponorogo yang tercatat sebagai atlet cabang olah raga (Cabor) Paralayang Kabupaten Ponorogo yang menjadi bagian dari 93 orang atlet kontingen Kabupaten Ponorogo pada Porprov VI jatim tahun 2019.

Izza Ulya Faradisa yang saat ini tercatat sebagai salah siswa kelas IX MTs Al Azhar Sampung ini merupakan atlet termuda pada cabor Paralayang dalam usia 14 tahun dan 6 bulan. Demikian pula dengan berat badannya yang terhitung mungil (45 kg) sehingga harus menutup kekurangan berat badan minimal 50 kg untuk payung udara (para) BGD ukuran “S” yang digunakannya dengan menambahkan lima botol air mineral diranselnya.

Dibawah bimbingan tim pelatih Paralayang Ponorogo, selama bulan Mei hingga Juni 2019 ia berlatih fisik, tehnik hingga psikologi sebagai bentuk persiapan bertanding di Porprov VI Jatim di Kabupaten Tuban. Latihan kekuatan kaki dan tangan menjadi prioritas utama latihan fisik dalam Cabor Paralayang, sedangkan dalam bidang tehnik ia dilatih untuk takeoff dengan tehnik Alpin dan refirs serta tehnik landing dengan mengenali angin headwind sehingga sempurna saat landing.

Ditemui usai pelaksanaan Porprov VI Jatim, Ulya menuturkan bahwa, Ulya bangga atas kepercayaan KONI Ponorogo

“Saya merasa sangat bangga atas kepercayaan KONI Ponorogo kepada saya untuk bertanding di Porprov VI Jatim pada Cabor Paralayang. Ini merupakan event tertinggi yang pernah saya ikuti, sehingga jauh-jauh hari sebelumnya saya mempersiapkan diri bersama dengan para atlet yang lain.” Ujarnya.

Ditanya tentang pelaksanaan pertandingan di venue Paralayang Porprov VI jatim, ia mengungkapkan, Pada nomor ketepan mendarat Ulya baru mampu masuk 15 besar jatim, mengingat para atlet dari Kabupaten/Kota merupakan para atlet senior yang pengalaman dan usianya diatasnya.

“ Namun ini merupakan capaian terbaik saya selama ini pada nomor ini, sehingga akan saya jadikan motivasi untuk meningkatkan prestasi saya di masa mendatang. Sedangkan pada nomor ketepatan mendarat berregu saya mengalami insiden, pada saat landing saya memaksakan diri untuk full break sehingga saya jatuh dari ketinggian 5 meter dan mengalami cedera.” ungkap Ulya lagi.

“Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis selama sehari, saya melanjutkan rangkaian Porprov VI Jatim dengan mengikuti nomor lintas alam berregu. Ini merupakan nomor favorit saya, dimana saya harus terbang dengan ketinggian maksimal untuk menuju titik-titik point yang telah diberikan oleh panitia. Pada nomor ini saya dituntut untuk secara tepat melintasi titik-titik point dengan kecepatan maksimal ,” harapnya.

“Syukur Alhamdulillah saya bersama dengan Kak Rona Jinan Zahro dapat menempati urutan ke-3 dan meraih medali perunggu,” pungkasnya.(zai)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi