Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (44 menit yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (1 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (12 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (15 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (22 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (22 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 hari yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (1 hari yang lalu)
INFODESA 14 Januari 2021, 13:07 WIB 1,570 PDF

Anggota DPRD Kabupaten Blora, Respon Cepat Ambrolnya Jalan Penghubung Desa Ngrambitan – Beganjing

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Anggota DPRD Kabupaten Blora, Respon Cepat Ambrolnya Jalan Penghubung Desa Ngrambitan – Beganjing
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS | Putusnya jalan penghubung Desa Ngrambitan ke Desa Beganjing Kecamatan Japah membuat wakil rakyat turun lapangan. Rombongan DPRD Fraksi Demokrat itu ingin melihat secara langsung jalan yang putus sepanjang 25 meter dan lebar 4,5 meter tersebut.

Sebenarnya, longsoran yang terjadi beberapa bulan lalu tidak seberapa. Namun, karena tak segera diperbaiki, longsoran pun makin panjang. Sehingga menyebabkan putusnya jalan.

Anggota DPRD Blora Fraksi Demokrat, Iwan Krismiyanto didampingi, Aditya Candra Yogaswara, Yusuf Abdurrohman mengungkapkan, pengecekan jalan putus ini atas pengaduan masyarakat kepada Yusuf Abdurrohman dan DPRD. Sehingga, pihaknya mewakili Dapil 3, 4, dan 5 melakukan tindak lanjut tersebut.

“Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Karena fungsi kita mendegarkan, menyerap aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Hasilnya, nanti akan dibuat review berdasarkan fakta lapangan. Selanjutnya akan dikirim kepada Bappeda, DPUPR, Sekda dan lainnya untuk dibahas lebih lanjut. Sehingga ada jalan keluar berupa penganggaran di APBD perubahan.

“Jalan Desa penghubung antara Desa Ngrambitan ke Desa Beganjing Kecamatan Japah ini putus total. Tidak bisa dilewati. Sehingga mengganggu aktifitas warga. Baik perekonomian, warga yang mau buwoh, pasar dan lainnya jadi terganggu. Warga harus muter. Sehingga mengeluarkan biaya lebih banyak,” jelasnya.

Dari hasil sidak kemarin, pemasalahan utama longsornya jalan adalah soal aliran sungai yang cukup besar. “Kalau tak lihat, terjangan aliran air berbentuk V. Jadi menerjang jalan dan akhirnya longsor. Pertama aliran air sehingga jadi rusak,” tegasnya.

Menurutnya, kepadatan tanah makadam yang ada sebenarnya sudah bagus sekali. Padat dan berlapis-lapis. “Jadi kesimpulannya, apapun yang terjadi, longsoran jalan tersebut harus dianggarkan di Perubahan. Sebab, tujuan APBD perubahan adalah untuk mengatasi keadaan yang darurat atau luar biasa,” terangnya.

Dengan panjang jalan secara riil 25 meter dan lebar 4,5 meter yang putus habis, dia memperhitungan, secara analisa membutuhkan dana RP 1 Miliar. Kalau mau bagus diangka Rp 2 Miliar. “Kalau talut satu tingkat, berupa beton Rp 1 Miliar cukup. Kalau mau ada talut tambahan bisa mencapai Rp 2 M,” jelasnya.

Dia berharap, dalam Perubahan nanti bisa terangarkan dan longsoran bisa terselesaikan. Sehingga masyarakat tak perlu lagi memutar. “Semoga eksekutif terketuk hatinya dan bisa terealisasikan. Pasti akan kita setujui,” tambah laki-laki yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora ini.

Semenatra itu, Kepala Desa Ngrambitan Sukar menerangkan, pihaknya sudah melaporkan terkait putusnya jalan tersebut sejak beberapa bulan lalu. Setidaknya, pihaknya sudah dua kali melaporkannya kepada pihak DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Blora.
”Kalau terkait kebencanaan, kami tidak punya anggaran. Tim teknisnya adanya di DPUPR, sedangkan kami tidak punya tim teknis,” paparnya.***Kin/Red

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi