Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
NASIONAL 12 Februari 2023, 14:24 WIB 1,176 PDF

Aksi Teror, Pangkogabwilhan III : TNI-Polri Hadir di Tanah Papua

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Aksi Teror, Pangkogabwilhan III : TNI-Polri Hadir di Tanah Papua
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MIMIKA, INFODESANEWS – Terkait Teror Kelompok Separatis Teroris (KST) Pimpinan Egianus Kogoya yang telah melakukan pembakaran Pesawat Susi Air pada Selasa (7/2/2023), yang mengakibatkan Warga Sipil di daerah Paro Kabupaten Nduga Papua melaksanakan eksodus ke Distrik Kenyam karena ketakutan, Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) mengecam keras Tindakan KST dan menyatakan bahwa Egianus Kagoya adalah manusia paling pengecut di dunia ini, karena banyak membunuh masyarakat sipil yang tidak berdaya bahkan membakar Pesawat Susi Air yang selama ini melayani dan membantu masyarakat di pedalaman Papua.

Hal tersebut disampaikan Pangkogabwilhan III ketika melaksanakan monitoring dari Timika Mimika Papua, tentang perkembangan kejadian tersebut, karena sampai saat ini Pilot Susi Air, Philip Mark Merthens, WNA asal Selandia Baru yang masih belum ditemukan keberadaannya, Sabtu (11/2/2023).

“Aksi Teror KST kepada masyarakat telah mengakibatkan rakyat ketakutan, rakyat tidak bisa bebas beraktivitas karena takut terancam keselamatannya oleh KST. Hal ini juga mengakibatkan regulasi Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan yang endingnya adalah kesejahteraan masyarakat Papua dan terjaganya Kedaulatan NKRI menjadi terhambat,” jelas Letjen Cantiasa.

“Kita berharap situasi segera pulih kembali, masyarakat bisa tenang di kampungnya, kita berharap semua komponen anak-anak Bangsa harus ikut berpikir dan terlibat serta, kami TNI-Polri akan membantu pemerintah daerah mengawal percepatan pembangunan di Papua,” ujar Pangkogabwilhan III.

Senada dengan apa yang disampaikan Pangkogabwilhan III, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan perihal sejauh mana penanganan kejadian pembakaran Pesawat Susi Air di Bandara Paro, Kabupaten Nduga.

“Pada prinsipnya kami TNI-Polri bekerja atas kepentingan Negara. TNI-Polri dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua dalam penanganan kasus Paro beberapa waktu lalu, melibatkan Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat beserta Pemerintah Daerah yang bertujuan hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa manusia demi aspek kemanusiaan,” jelas Pangdam XVII/Cenderawasih.

“Dalam waktu beberapa hari lalu sampai sekarang telah melaksanakan operasi kemanusiaan yaitu menolong saudara-saudara kita yang telah eskodus dari Paro menuju Kenyam,” lanjutnya.

“Mengenai Pesawat Susi Air yang dibakar, terdapat isu-isu yang beredar bahwa ada 15 orang yang diancam oleh Egianus Kagoya, namun semuanya sudah dapat dievakuasi dengan selamat, tetapi satu personel pilot masih kita cari tapi diduga bersama kelompok KST dan kita terus melakukan pencarian, sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.

Terkait kejadian tersebut, tentunya semua berharap Pilot Susi Air tersebut segera diketemukan, karena peran Pilot tersebut selama ini telah membantu kegiatan kemanusiaan di Papua, mulai dari mengangkut tenaga medis, tenaga pengajar, dukungan bahan makanan ke daerah terpencil, bahkan kadang kadang mengangkut tenaga misionaris untuk masyarakat Papua, khususnya yang ada di daerah pedalaman.

Ironis memang di saat pembangunan di Papua digencarkan oleh Pemerintah Pusat, dengan harapan adanya dukungan semua komponen masyarakat untuk ikut andil membangun Papua, namun kelompok KST justru malah menghambat kemajuan Papua dengan aksi Teror.(MN?Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi