Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (6 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 03 Desember 2019, 10:40 WIB 2,566 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

74 Tahun Indonesia Merdeka, To Seko Akhirnya Bergembira Jalan di Aspal

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

74 Tahun Indonesia Merdeka, To Seko Akhirnya Bergembira Jalan di Aspal
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU UTARA, INFODESANEWS – Indonesia merdeka sudah 74 tahun dan warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara(Lutra), Sulawesi Selatan(Sulsel) baru akhir tahun 2019 akan merasakan yang namanya jalanan hitam(aspal), Jalan untuk menuju ke Kecamatan Seko(dulu,red) dengan melalui jalan berlumpur dan berkubang dengan jarak tempuh sekitaran 8 jam perjalanan, seperti jalanan ke pegunungan terisolir Kecamatan Rampi harus memodifikasi motornya dengan menggunakan ban trail.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memprioritaskan pembangunan jalan di Kecamatan Seko, dan Kecamatan Rampi serta kerjasama dengan Balai Besar Jalan Nasional(BBJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR), akhirnya dibulan Desember ini dilakukan pengaspalan jalan ke Seko, tapi Kecamatan Rampi masih merana.

Untuk Pemerintah Provinsi(Pemprov) Sulawesi-Selatan(Sulsel), melakukan pengerasan dan pembukaan jalan pada ruas scopernya.

Dengan sinergitas Kementerian PUPR dan Pemrov Sulsel untuk pembangunan jalan menuju pegunungan terisolir Seko adalah bukti kepedulian kepemimpinan Nurdin Abdullah bersama Andi Sudirman Sulaiman.

Kita tahu masih banyak jalan yang terisolir di Sulawesi-Selatan, dan ini baru awal, dan juga di Kecamatan Rampi jalanannya masih belum merdeka juga alias masih merana.

Kita tahu semua bahwa APBN, APBD Provinsi dan Daerah adalah uangnya rakyat dan masyarakat kecil lebih berhak atas anggaran(uang itu) tersebut. Pemerintah hanya pelayan masyarakat dan berusaha maksimal.

Sekadar diketahui, Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi ini berbatasan dengan tiga provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Rencana akhir Desember ini jalanan sudah mulus ke Seko dan Gubernur Sulsel akan melakukan kunjungan peresmian jalan dan akan ber tahun baru(2020) di Seko bersama pemerintah/Bupati.

Gubernur Sulsel merancang jalur segitiga emas di Kecamatan Seko untuk meningkatkan perekonomian di wilayah pegunungan terpencil tersebut.

“ Jalur segitiga emas ini akan menghubungkan akses jalan dari Seko, Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Sigi dan Sulawesi Barat melalui Mamuju. Kita terus berusaha agar akses jalan ini tidak hanya sampai di Seko saja, melainkan tembus juga ke Kecamatan Rampi. Kita ingin membuat jalur segitiga emas yang nantinya menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat,”ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Gubernur dia berharap Seko mendapatkan sumber pembiayaan pertama, baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten.

“Harapan kita adalah Seko sudah bisa diakses dengan kendaraan roda empat pada Desember tahun ini. Saya bersama ibu Bupati Luwu Utara, Indah akan membuktikan itu dengan berkunjung langsung ke sana,” ujar Nurdin.

Kecamatan Seko merupakan daerah terpencil di Kabupaten Luwu Utara, terdapat 12 desa yang terletak di Pegunungan Kambuno yang berada 2985 meter di atas permukaan laut.

Masyarakat di sana menggantungkan hidupnya dengan bertani, berkebun dan beternak kerbau.

Daerah ini dikenal sebagai penghasil kopi terbaik, baik jenis kopi robusta maupun arabika. Selain itu Seko dan Rampi kaya dengan tambangnya.(yustus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi