Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 08 Januari 2020, 07:38 WIB 2,264 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

60% Sekolah Dasar Di Kota Semarang Kondisinya Rusak Dan Mengkhawatirkan

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

60% Sekolah Dasar Di Kota Semarang Kondisinya Rusak Dan Mengkhawatirkan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SEMARANG, INFODESANEWS – Bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang saat ini tercatat 60% dari total 327 SD kondisinya rusak dan rawan ambruk, hingga memerlukan perbaikan, hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo, saat mengecek atap sekolahan yang roboh di SD N Palebon 1 Jalan Panda Raya nomor 5 Semarang, Selasa (07/01/2020).

Menurutnya sebanyak 60% sekolah dasar di Kota Semarang kondisinya mendekati rusak dan mengkhawatirkan jika tidak segera diperbaiki.

“Sampai saat ini tercatat 60% kondisi bangunan sekolah dasar di Kota Semarang mendekati rusak dari total SD Negeri yang ada 327 unit,”ujarnya.

Dia menuturkan kerusakahan bangunan SD saat ini tidak hanya ruang kelas, temasuk pagar, pondasi / tebing sekolah, meja kursi dan lainnya.

Baca juga –>https://blora.bromohosting.com/misteri-solo-benteng-vastenburg-dulu-tempat-pembantaian-dan-pembuangan-mayat/

Kepala sekolah, lanjutnya, agar mengecek semua kondisi bangunan sekolahnya. Apalagi saat ini memasuki musim hujan dan angin kencang membuat bangunan yang kondisinya rawan roboh berpotensi rusak seperti yang terjadi di SD 1 Palebon.

“Kita sudah ingatkan agar Dinas Pendidikan melakukan pengecekan bangunan sekolah terutama yang rawan rusak,”ujar Anang.

Dia menambahkan robohnya atap sekolah SD N Palebon 1 itu pihaknya akan memanggil kontraktor yang membangun sekolah tersebut. Bahkan akan memeriksa spesifikasi bangunan apakah sesuai yang telah ditetapkan saat lelang.

“Ini sebagai pendekatan untuk pengalaman berikutnya, kita ingin menggali informasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi. Untuk urusan lain kita serahkan ke pihak yang berwenang,”tutupnya. ***Adk/Red

Baca juga –>https://blora.bromohosting.com/kisah-gadis-cantik-penjual-cilok-asal-wonogiri-utari-nur-alina-berkah-kerja-keras-dan-doa/

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi