Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (57 menit yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (2 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu)
INFODESA 15 Februari 2019, 16:56 WIB 1,834 PDF

154 Kasus DBD Di Kabupaten Lampung Selatan

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

154 Kasus DBD Di Kabupaten Lampung Selatan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

(foto Dokumentasi Google)

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Selatan, hingga pertengahan Februari 2019 berjumlah 154 kasus, dari 154 kasus DBD di Kabupaten Lampung Selatan. dimana paling banyak di 5 Kecamatan yakni Kecamatan Natar, Kalianda, Ketapang, Jatiagung dan Kecamatan Tanjung Bintang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Kristi Endarwati. Kepada awak media saat menghadiri acara Musrenbang Kecamatan di GSG Betik Hati Kecamatan Sidomulyo. Jum, at (15/2)

Menurut Kristi untuk jumlah kasus tertinggi ada di minggu ke 5 dan minggu 6 pada akhir bulan Januari dan awal Februari. Sedangkan di minggu kedua bulan februari kasus DBD cendrung menurun.

“Kami akan tetap memantau, apalagi saat ini curah hujan masih tinggi,
Dinas kesehatan Lampung Selatan pun tidak henti-hentinya mengingatkan warga akan pentingnya meningkatkan kebersihan lingkungan dengan pola 3 M plus.” ujar Kristi.

“Kita terus menghimbau masyarakat untuk rajin menguras bak dan membersihkan barang-barang, dimana yang bisa menjadi tempat nyamuk bersarang dan berkembang biak, secara rutin. Menggiatkan 3 M plus,” kata dia lagi.

Kristi menambahkan secara teori nyamuk aides agepty yang membawa virus DBD memiliki siklus pertumbuhan selama 14 hari sejak dari larva telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Karenanya dengan langkah membersihjan bak-bak serta barang-barang yang bisa menjadi tempat nyamuk bertelur secara rutin setiap minggu akan dapat mencegak berkembang biaknya nyamuk.

“Kita selalu mendorong masyarakat untuk rutin melakukan kegiatan 3M plus setiap pekan. Karena ini bisa memutus siklus nyamuk berkembang biak,” terang Kristi.

Tetapi langkah fogging dan pemberian abate tetap dilakukan. Untuk fogging difokuskan pada daerah yang telah terdeteksi adanya kasus DBD guna memburu nyamuk dewasa penyebar DBD.(Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi