Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 30 November 2020, 20:22 WIB 979 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

11 Pedagang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pemkot Solo Tutup Pasar Gede Selama Seminggu

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

11 Pedagang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pemkot Solo Tutup Pasar Gede Selama Seminggu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Pasar Gede yang berada di Kota Surakarta ditutup pemerintah kota (pemkot) setempat. Langkah tersebut dilakukan setelah belasan pedagang di pasar tersebut terkonfirmasi positif Covid-19

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengemukakan, semula jumlah pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah tiga orang. “Setelah dilakukan ‘tracing’ ternyata ada tambahan delapan lagi. Jadi total sejauh ini ada sebelas pedagang yang terkonfirmasi Covid-19,” katanya seperti dilansir Antara di Solo, Senin (30/11/2020).

Ia mengatakan untuk penutupan Pasar Gede bagian timur tersebut dilakukan selama tujuh hari, mulai Selasa (1/12/2020) sampai Senin (7/12/2020). Selama masa penutupan, pedagang pasar diimbau melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Dari gugus tugas berdiskusi dan akhir diputuskan untuk melakukan penutupan ini agar tidak terjadi penyebaran. Pedagang diminta melakukan karantina mandiri,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan paguyuban pasar. Untuk barang yang mudah rusak, lanjutnya, agar dikeluarkan pada hari ini hingga nanti malam. “Sore ini dilakukan penyemprotan disinfektan. Selama penutupan kami juga melakukan rutinitas sesuai dengan SOP, di antaranya patroli dan penyemprotan,” katanya. Selain itu, dikatakannya, patroli juga untuk menghalau pedagang agar tidak beraktivitas di sekitar pasar. “Kami minta mereka agar melakukan karantina, bukan jualan di lain tempat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, penutupan pasar itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Nanti kami sterilkan dulu, baru kemudian boleh buka lagi. Ini jadi peringatan pedagang dan pembeli, kalau tidak mau tutup ya pakai masker. Apalagi penjual makanan agar pakai,” katanya. (Ant/Red/Hr)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi