oleh

Tim PkM Fakultas Farmasi UMS Adakan Penyuluhan dan Pendampingan Pemanfaatan Obat Herbal Antidiabetes di Baki Sukoharjo

SUKOHARJO – INFODESANEWS, Tim Pelaksana kegiatan PkM dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dikoordinir oleh Prof. Dr. Muhtadi, M.SI  telah melaksanakan kegiatan PkM tentang Implementasi obat herbal antidiabetes hasil riset untuk pengobatan DM yang rentan Covid-19 dengan mitra Posyandu Lansia Pandeyan Purbosari 7 Desa Purbayan Kecaamatan Baki Sukoharajo, Selasa (15/12).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Puskesmas Baki sebagai Pembina dan Pendamping Posyandu lansia Pandeyan Purbosari 7. Ada lebih dari 40 peserta lansia putra dan putri yang dilakukan pelayanan kesehatan, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Sebagian besar peserta posyandu lansia Purbosari 7 terindikasi mengidap penyakit Diabetes Melitus, dengan hasil pengukuran gula darah lebih dari 140 mg/dL.

Ketua Tim Pelaksana PkM, Prof. Dr. Muhtadi, M.Si menyerahkan paket herbal antidiabetes hasil riset, yang dilengkapi paket suplemen untuk meningkatkan system imun (imunomodulator). (Foto: dok)

Pada pelaksanaan kegiatan PkM ini telah dilakukan pendampingan dan penyuluhan tentang pemanfaatan obat herbal untuk pengobatan DM sebagai pelengkap pengobatan medis. Prof. Dr. Muhtadi, M.Si selaku ketua tim pelaksana PkM dan peneliti tentang obat herbal antidiabetes berbahan dasar ekstrak ikan Gabus (Channa striata) dan buah Pare (Momordica charantia) telah menyerahkan paket suplemen obat herbal antidiabetes hasil riset yang dilengkapi dengan beberapa obat herbal untuk pencegahan Covid-19 kepada semua peserta Posyandu lansia Purbosari 7 yang hadir.

BACA JUGA  Akhirnya Penanda Tanganan PKS Antara PTN - PTS Dan Penyelenggara Seleksi PERADES Telaksana
Tim Pelaksana PkM yang dikoordinir oleh Prof. Dr. Muhtadi, M.Si melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan obat herbal antidiabetes hasil riset untuk pengobatan DM yang rentan Covid-19. (foto:dok)

Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat antusias dari para peserta Posyandu yang telah mendapatkan peningkatan pemahaman tentang pemanfaatan obat herbal sebagai suplementasi pengobatan DM. Kegiatan ini merupakan salah satu dari pelaksanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan     Pengabdian     Masyarakat          Berbasis     Hasil     Penelitian     PTS    yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud RI. (anto/her)