oleh

Tim Juri Lomba Desa Wisata Nasional Kunjungi Lembah Dongde

KARANGANYAR — INFODESANEWS, Tim Juri Nasional Lomba Desa Wisata melakukan kunjungan ke desa wisata Lembah Dongde Gentungan Mojogedang Karanganyar. Hal ini dilakukan karena wisata Lembah Dongde masuk 20 besar seleksi tahap pertama lomba desa wisata dari 120 desa wisata se Indonesia (Sabtu, 21/11).

Juri terdiri dari Dr Santi Palupi dan Dr Vitria Ariani, diikuti rombongan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Turut hadir pula Dr Wisnu Bawa Tarunajaya, Deputi SDM dan Kelembagaan Kemenparekraf RI.

Sementara, pejabat dari Kabupaten Karanganyar yang turut mendampingi adalah Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, Camat Mojogedang, Eko Djoko Iswanto dan Kades Gentungan, juga segenap civitas akademika Akparta Mandala Bakti Surakarta sebagai pendamping desa wisata Lembah Dongde.

Kedatangan rombongan disambut tarian selamat datang khas Lembah Dongde, dilanjutkan menikmati pemandangan di Tolsa (tol sawah). Rombongan turut menyaksikan wisata tubbing di Kali Kayen, yang elok dan aman bagi pengunjung. Selanjutnya Tim Juri menyaksikan upacara adat tanam padi “Wiwit”.

Upacara adat Wiwit merupakan tradisi run temurun ketika petani akan memulai masa tanam, upacara mengunakan seperangkat ubarampe jajanan dan makanan khas pedesaan, seperti: nasi ingkung, palawija dan buah pisang. Dewan Juri tampak sangat terkesan dengan kearifan lokal ini, karena sudah jarang ditemukan di tempat lain.

Menurut Mbah Darmo Suwito, sesepuh desa, upacara adat Wiwit dilakukan untuk memohon doa agar tanaman padi dapat berhasil sampai dengan panen, “Bisa murakabi untuk keluarga dan masyarakat. Juga untuk pepeling, agar manusia selalu memetri alam ini, kalau kita baik pada alam, maka alam juga akan baik dan bersahabat dengan kita,”ujarnya.

BACA JUGA  Bhabinsa Komsos Bersama Warga Binaannya

Rombongan langsung menuju pasar Ciplukan menaiki bendi dan sepeda ontel. Di pasar Ciplukan rombongan disambut dengan tarian jatilan yang sangat atraktif. Tim juri terkesima dengan kondisi pasar yang sangat adem, tenang dan indah. Beberapa jajanan jadoel menjadi suguhan Tim Juri, antara lain: thiwul, sega bancakan, es degan dan beberapa jajanan lain.

“Luar biasa, rasanya khas, jajanan alami tanpa bahan pengawet dan pewarna. Suasana pasar Ciplukan juga sangat khas perdesaan, susah ditemukan di Jakarta,” ucap Dr Vitria Ariani.

Setelah puas melakukan wawancara dengan pemilik warung-warung di pasar Ceplukan, rombongan langsung menuju rumah Ronggo sekretariat desa wisata Gentungan untuk mendengarkan paparan pengelola desa wisata Lembah Dongde.

Dalam paparannya, Mulyono, Ketua desa wisata Lembah Dongde mengatakan, desa wisata Lembah Dongde dibangun dari keresahan warga tentang kondisi desa saat itu yang masih biasa saja. Bagaimana caranya agar desa bisa lebih maju, berkembang, terkenal dan bisa menyejahterakan warganya. Akhirnya timbullah ide membuat desa wisata.

“Pada bulan September 2019 dimulailah membangun Tolsa, singkatan dari tol sawah. Jembatan di atas sawah sepanjang 300 meter dengan pemandangan pertanian dan gunung Lawu yang indah. Pembangunan dilakukan dengan swadaya masyarakat. Kemudian dicoba tubbing dan berhasil. Tahun 2020 ada pendampingan dari Akparta Mandala Bakti Surakarta. Pendampingan dari Akparta menghasilkan ide paket wisata dan membangun pasar Ciplukan dilengkapi dengan homestay. Konsep dasar pasar Ciplukan adalah memotong rantai pemasaran; petani bisa menjual hasil produksi pertanian langsung ke pembeli notabene wisatawan yang datang ke pasar Ciplukan. Petani mendapat untung dengan bisa menaikkan harga. Bagi pembeli, juga untung karena harga masih murah, bisa langsung ke produsen,” urai Mulyono.

BACA JUGA  Panwascam Jatiagung Gelar Sosialisasi Peran Serta Masyarakat

Selain itu juga mendorong petani menjadi entrepreneur handal, dengan cara memasarkan produk pertanian mereka, inilah konsep untung menguntungkan, tambah Mulyono.

Lebih hebat lagi, semua ini dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu bulan, pasar Ciplukan langsung beroperasi dan direspon masyarakat. Sampai sekarang sudah tiga bulan beroperasi, pengunjung grafiknya selalu meningkat, saat ini jumlah pengunjung sekitar 1.000 tiap hari Minggu.

Tanggapan Tim Juri dan Kemenparekraf RI sangat luar biasa dalam mengapresiasi keberhasilan konsep desa wisata Lembah Dongde, “Selamat bertemu di Jakarta. Semoga desa wisata Lembah Dongde Gentungan Mojogedang menjadi finalis.”

Kunjungan Tim juri dilanjutkan ke omah brabuk, omah tiwul, kerajinan tali Pet, homestay, omah jamur dan omah jadah untuk menambah kelengkapan potensi desa wisata Lembah Dongde Gentungan. (Kun Prastowo/Her)

Berita