Secara Resmi Dandim 0421/LS Buka TMMD Ke 108 Di Desa Hatta

0
126 views

(ft dokumentasi Dandim 0421/LS, Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie bersama Supriyanto Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Selatan saat pembukaan TMMD Ke 108)

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – – Komandan Kodim 0421/Lamsel, Letkol. Kav. Robinson Octovianus Bessie, secara resmi membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108,

Pembukaan kegiatan TMMD Ke 108 yang dilakukan oleh Dandim 0421/LS itu ekaligus penandatanganan dan penyerahan berita acara program TMMD Ke 108 kepada pihak pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan, dalam hal ini yang di wakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Supriyanto, S. Sos., M. M. yang dipusatkan di Dusun Merut Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Selasa (30 /6 /2020)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Perwira Seksi Bhakti TNI 043/Gatam, Mayor Inf. Asrin, Anggota DPRD Lamsel Komisi 3, Deden Alindo, Camat Bakauheni, Asep Awaluddin, Kepala Desa Hatta dan Kepala Desa Klawi, serta jajaran Kodim 0421/LS.

(ft dokumentasi Dandim 0421/LS Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie bersama Supriyanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Selatan)

Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang akan berlangsung sejak pembukaan hingga 29 Juli 2020 mendatang. Letkol. Kav. Robinson Octovianus Bessie, mengatakan, Ada empat sasaran fisik yang dilaksanakan pada kegiatan TMMD ke-108.

“Yang pertama adalah membuka badan jalan sepanjang 1,5 km yang menghubungkan jalan antara dusun Merut, Desa Hatta dengan Dusun Sumber Sari yang masuk wilayah Desa Klawi. Selanjutnya adalah membuat dua jembatan dan Empat gorong-gorong serta membuat parit sepanjang badan jalan yang dibuka.” kata dia dalam sambutannya.

BACA JUGA  Puluhan Ribu Butir Ekstasi Dan Puluhan Kilo Sabu Diamankan Jajaran Polres Lampung Selatan

Menurut orang nomor satu di jajaran Kodim 0421/LS itu, Selama ini, akses jalan hanya berupa jalan setapak yang cukup juram, sehingga susah untuk dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.

“Dengan dibukanya akses jalan ini untuk mempermudah bagi para petani, siswa sekolah maupun masyarakat pada umumnya untuk melakukan aktivitas sehari hari.”ujarnya.

Dijelaskan Selain program sasaran fisik, juga ada beberapa program tambahan, yakni pembuatan dua titik sumur bor diantaranya di Dusun Merut Desa Hatta dan Dusun Sumbersari Desa Klawi. Kemudian melakukan tiga bedah rumah yakni di Desa Sidowaluyo, Kec. Sidomulyo, Desa Sindangsari Kecamatan Tanjung Bintang dan di Desa Babatan Kecamatan Katibung serta melakukan rehab flapon pada masjid di Dusun Merut, Desa Hatta. inti dari program TMMD ke-108 yang mengambil tema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri” adalah terwujudnya kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“TNI selalu hadir bersama rakyat. Kami juga terlibat aktif dalam penanggulangan bencana tsunami beberapa waktu lalu, termasuk menginisiasi go green, bersama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto melakukan penanaman 4000 pohon di Kawasan PT. Penyelamatan Alam Nusantara, Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang,” kata Robinson Octovianus Bessie di ujung sambutanya.

BACA JUGA  Desa Saudagaran Maju Lomba LBS Tingkat Nasional

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Supriyanto, S.Sos,.M.M dalam sambutannya mewakili Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang dipusatkan di Dusun Merut, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni.

“Saya berharap, terselenggaranya program TMMD ini dapat membantu Pemerintah Daerah dalam upaya percepatan pembangunan khususnya di pedesaan, sehingga dengan adanya keterpaduan, sinergitas, kolaborasi, dan kemajuan pembangunan di Lampung Selatan dapat berjalan dengan baik,” kata Supriyanto.

“Melalui terselenggaranya kegiatan ini, mari bersama-sama kita aktualisasikan budaya gotong-royong semua pihak, mulai dari pemerintahan hingga masyarakat bahwa gotong royong dapat menyatukan perbedaan. Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa yang harus tetap dijaga,” tambah Supriyanto.

“Jika kegiatan ini sudah selesai, masyarakat wajib untuk menjaganya. Tetapi jika tidak dirawat, tidak dijaga, maka “ruh” semangat gotong-royong itu hilang,”tutup Supriyanto. (Sg) (sumber Kominfo).