Presentasi: 10 Kepala Daerah Masuk Dominasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Komentar Bupati Lutra Pemerintah dan Pers Harus Bersinergi

banner 728x90

JAKARTA, INFODESANEWS – Dalam menyongsong dan merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan, PWI Pusat menggelar PresentasiAnugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Walikota. Ini yang kedua, setelah yang pertama 2016 pada HPN di Lombok.

Sebagai pilar demokrasi ke-4, Pers bertugas mendorong tidak hanya bidang politik dan ekonomi semata, tapi juga kebudayaan yang dicita-citakan sebagai landasan pembangunan.

Presentasi pada 10 Bupati/Walikota Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada Kamis kemarin(9/1/2020) malam di Kantor PWI Pusat Jakarta. Presentasinini untuk menyeleksi 10 besar yang dominasi calon penerimah Anugerah Kebudayaan PWI Pusat dsn salahsatunya Bupati Luwu Utara, Hj.Indah Putri Indriani.

Dihadapan Juri Bupati perempuan pertama dari Sulawesi-Selatan, memaparkan,” Program Pemberdayaan, Pelestarian, Pengembangan Adat Istiadat dan Budaya Kampung Tenun Berselimut Kabut di Rongkong Tana Masakke Lipu Maraninding.”

” Wujud komitmen kami dalam pengembangan kebudayaan yakni pembentukan Perangkat Daerah yang secara khusus menanfani tentang Kebudayaan, namun tidak berdiri sendiri dan bergabung dengan Dinas Pendidikan,” jelas Bupati Lutra dalam pemaparannya secara spesifik menjelaskan pelestarian adat di Bumi Lamarancina julukan Tana Rongkong, Tana Masakke Lipu Maraninding.

BACA SELENGKAPNYA :  Kapolri Bersama Walikota Solo Tinjau Vaksinasi Massal

Bupati Lutra menjelaskan bahwa, di Tana Luwu ada 12 anak suku dan salahsatunya dari 12 anak suku itu yakni To Rongkong. Salah satu keterampilan dan kebudayasn yang masih bertahan sampai sekarang ini yakni, tenunan adat Rongkong dan masih ada satu anak suku yakni To Rampi yang juga sampai hari ini masih bertahan pembuatan baju, rok dan topi adat dari Kulit Kayu,” tambah Bupati diselah-selah presentasi.

“Bupati Lutra, Indah Putri Indriani juga memaparkan peran media, baik cetak, daring maupun elektronik dalam membantu mempromosikan Kebudayaan dan Parawisata di Bumi Lamaranginang julukan Luwu Utara, ini paling banyak digunakan untuk untuk mempromosikan karena memiliki pengaruh terhadap perubahan sosial kebudayaan yang terjadi,” beber Indah panggilan akrab Bupati, seraya menambahkan Pemeribtah dan Wartawan tidak bisa berjalan sendiri dalam upaya mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

” Untuk itu, Indah Putri Indriani menjelaskan peran dan fungsi Wartawan/Pers dan Pemerintah harus bersinergi, berkolaborasi melalui media berbagai macam informasi kebudayaan mudah kita ketahui dan mudah didapatkan dan mudah disebar luaskan,” pungkas Indah.

BACA SELENGKAPNYA :  Cegah Terjadinya Bencana Banjir Program Penanaman Pohon Terus Berlanjut

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengatakan pada awal sambutannya mengatakan bahwa, tujuan penghargaan nantinya pada 10 Bupati/Walikota yang menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang “Pro ebudayaan dan Melek Media”. Yang sepak terjangnya memberikan inspirasi dan edukasi tentang perlunya membangun Kabupaten/Kota berbasis kebudayaan yang berkemajuan, masyarakatnya berkarakter , melek media, dan bijak dalam memanfaatkan medsos.

Adapun Bupati/Walikota yang masuk nominasi yakni Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Tubaba Umar Achmad, Bupati Halmahera Barat Danny Missy, Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Bupati Gunung Kidul, Badingah, Walikota Bau Bau AS Tamsir dan Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani.

Sekadar diketshui bahwa Dewan Juri pada 10 Bupati/Walikota ysng masuk nominasi Anugerah Kebudayaan dalam menyongsong Hari Pers Nasional(HPN) pada 9 Februari 2020, yakni Ninok Leksono darinHarian Kompas, Agus Dermawan dari Pengamat Kebudayaan, Atal S Depari Ketua Umum PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono dari Majalah Galeri, dan Nungki Kusumastuti dari Dosen Institut Kesenian Jakarta.(yustus)

banner 728x90