Perpustakaan desa kunci Kabupaten berbudaya literasi

INFODESA, NASIONAL14 Dilihat

BLORA, Infodesakunews – Denga kemanjuan Tehnologi digitan, tingkat literasi kebiasaan membaca dan menulis di kabupaten Blora semakin menurun. oleh sebab itu di perlukan peran pembinaan perpustakaan dalan hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora.

Sebagai perbandingan Studi dilakukan oleh John W. Miller, Presiden Central Connecticut State University di New Britain, CT, Amerika Serikat. World’s Most Literate Nations Ranked ini meneliti tingkat literasi pada 200 negara, namun hanya 61 negara yang dirilis. Indikator penilaian yang digunakan ialah jumlah dan ukuran perpustakaan dan tingkat pembaca koran. Negara-negara Nordik (Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark dan Swedia) menduduki lima peringkat teratas sebagai negara dengan tingkat literasi terbaik di dunia. Sementara itu, Amerika Serikat, di mana penelitian ini dilakukan, justru menduduki peringkat 7. Indonesia tercatat menduduki peringkat 61, setingkat di bawah Thailand dan di atas Botswana.

BACA JUGA  Ngopi..!! Wakapolda Gorontalo Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Selaras dengan hal tersebut dan dengan diluncurkannya UU Desa No 6 th 2014, pemerintah kabupaten/kota sebenarnya telah disediakan solusi dengan mengaktualisasikan dana desa guna pembangunan perpustakaan desa. Melalui regulasi pemerintah pusat tersebut, perpustakaan desa akan merambah keberadaannya hingga ke wilayah pinggiran, di ringkat pedesaan diseluruh penjuru tanah air.

Sejalan dengan Kepala Seksi Pembinaan perpustakaan melalui amanah UU Desa mengembangkan pendekatan kepada kepala desa dengan pendekatan khusus untuk menggiatkan kembali perpustakaan desa. Kepada Desa diharapkan yang telah memiliki Perpustakaan desa diwilayahnya, untuk selalu diberdayakannya peran dan fungsinya.

” Harus selalu dioptimalkan sebagaimana wahana belajar sepanjang hayat warga masyarakat setempat, ” lanjut Arif Chusaeni, Kepala Seksi Pembinaan perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora.

Dalam mengawali kunjungan Monev di perpustakaan Desa Tamanrejo. Kepada petugas perpustakaan, Arif menuturkan harapan besarnya supaya pelayanan perpustakaan selalu dikembangkan secara; edukatif, informatif, serta rekreatif.

BACA JUGA  HUT Satpam ke 42, Polres Kudus Bertema “Sinergitas Satpam dan Polri, Peduli Untuk Sesama”

” tujuna kegiatan ini melalui pendekatan diharapkan keberadaan perpustakaan menjadi “Hidup” dan menghidupkan potensi pemustakanya,” unkapnya lagi

sejalan dengan itu pengurus perpustakaan Desa Adirejo, Sukasmi yang mengelola perpustakaan desa menyatakan bahwa keberadaanya sangat membantu warga, tak hanya pengurus PKK bahkan pelajar di sekolah terdekat SD Adirejo 2 juga menggunakannya sebagai sarana memperoleh buku dan informasi.

“Perpustakaan ini sangat berarti oleh sebab itu di tahun depan akan ada pengembangan, khususnya jumalh rak dan koleksinya,” ungkap Puji kepada Farid Pustakawan DPK Blora didampingi Infodesaku.

Semakin berartinya perpustakaan sebagai sarana belajar masyarakat, maka budaya literasi mereka akan mengarahkan menuju kesejahteraan masyarakat seutuhnya. Terdapat pepatah kepustakawanan yang mengatakan, “menguasai informasi , maka menguasai dunia” . Interprestasinya tentulah kesejahteraan berbading lurus dengan tingkat budaya gemar membaca-menulis /literasi. (ARAS/ FARID)