Peringati Hari Pahlawan, Puluhan Siswa SD Negeri 1 Temboro Belajar Wayang Dengan Mengunjungi Eks Pejuang

WONOGIRI,  INFODESANEWS | Guru dan Siswa SD Negeri 1 Temboro Karangtengah Wonogiri mengunjungi rumah mantan pejuang kemerdekaan RI, Mbah Kartolo (75) di dusun Joso Temboro. Kunjungan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2022. Para siswa  dengan didampingi Kepala Sekolah dan Guru tersebut dengan semangat mengunjungi rumah salah satu pejuang kemerdekaan dan mendapatkan sambutan hangat dari kakek yang mengaku ikut berjuang melawan Belanda kala itu.

Mbah Kartolo, salah satu pejuang kemerdekaan RI saat berswafoto bersama Rita Nurhidayati,S.Pd,M.Pd, Kepala SD Negeri 1 Temboro Karangtengah Wonogiri (foto : dok)

Para siswa tersebut kemudian melakukan tanya-jawab dan mendengarkan cerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan. Para siswa terlihat serius menyimak cerita Belanda dari Mbah Kartolo yang juga seniman di kota Wonogiri. “Saya bangga dengan dikunjungi oleh anak-anak sebagai penerus bangsa ini. Mereka juga berjuang untuk memajukan bangsa ini,” kata Mbah Kartolo. Salah satu siswa SD Negeri Temboro, mengatakan senang mendengar cerita tentang perjuangan. “Saya senang cerita dari kakek itu, tentang perjuangan mengusir penjajah di Kota Solo,” ujar siswa yang tak mau disebut namanya itu.

BACA JUGA  Pemdes Banjar Agung Salurkan BLT DD Tahap III Tahun 2022

Kepala SD Negeri 1 Temboro, Rita Nurhidayati,S.Pd,M.Pd, mengatakan kegiatan berkunjung ke salah satu rumah pelaku yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan tersebut merupakan bagian dari mata pelajaran bela negara. “Anak-anak sangat antusias mendengarkan cerita-cerita soal perjuangan zaman penjajahan dari Mbah Kartolo,” tuturnya.

Selain mendapat cerita dan petuah tentang makna perjuangan, siswa juga dikenalkan wayang dan gamelan sebagai wujud menanamkan cinta terhadap budaya daerah sekaligus melestarikan budaya seni tradisional wayang kulit. ”Cerita wayang menggambarkan kehidupan manusia sehari-hari, ada tokoh baik, berbudi luhur, andhap asor, tegas, jujur, teguh pada pendirian dan sebaliknya. Ini bisa menjadi contoh bagi anak didik. Kami kenalkan tokoh-tokoh pewayangan sebagai bagian pembentukan karakter siswa,” jelasnya. (*/hr)