“Kami merasa terhormat dapat berkontribusi dalam pengolahan sampah di Blora. Pabrik kami di Rembang justru lebih dekat ke Blora daripada ke Rembang sendiri, sehingga kami merasa perlu untuk turut membantu,” kata Supriyadi.
PT. Semen Gresik akan segera menindaklanjuti MoU ini dengan menyusun perjanjian kerjasama teknis bersama DLH Kabupaten Blora. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan pembinaan kepada Pemkab Blora agar dapat mandiri dalam mengelola sampah melalui pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai operator produksi pengolahan sampah.
Kerjasama serupa telah dilakukan PT. Semen Gresik dengan beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Banyumas, Jepara, dan Pati. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Blora dapat mengurangi volume sampah di TPA sekaligus menciptakan sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi.*Red