Luwu Utara Baru Desa Cendana Putih Ada Kampung Pancasila, Nuranifah Bilang Karena Toleransi Warga Kuat

NASIONAL62 views

SULAWESI SELATAN, INFODESANEWS – Baru ada satu Kampung Pancasila di Kabupaten Luwu Utara, itu tepatnya di Desa Cendana Putih Kecamatan Mappedeceng sudah terbentuk.

Hal tersebut disampaikan Nuranifah, Camat Mappedeceng pada media ini via whatsapp, Minggu (25/9/2022).

Dengan adanya Kampung Pancasila tersebut, warga sekitar diharapkan dapat menjalankan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila secara keseluruhan.” Seperti gotong royong dan toleransi harus tetap dipertahankan di lingkungan setempat,” sebut Nuranifah.

Tujuannya dengan adanya Kamoung Pancasila di Desa Cendana Putih Kecamatan Mappedeceng, untuk mengedukasi warga yang masih belum hafal Pancasila.

Nuranifah juga siap membantu dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkhusus generasi muda, tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Alhamdulillah Desa Cendana Putih Kecamatan Mappedeceng sudah mengaplikasikan kehidupan dengan berlandaskan Pancasila,” kata mantan Sekcam Masamba dan juga mantan Kabid Fakir Miskin di Dinas Sosial Luwu Utara.

Camat Nuranifah menjelaskan bahwa, Kampung Pancasila semestinya harus ada di semua kecamatan di Luwu Utara. Dengan maksud membumikan Pancasila kepada semua lapisan masyarakat.

Menurutnya, toleransi di masyarakat harus bercermin pada nilai Pancasila. “Merajut keberagaman dan sebagainya, itu intinya,” imbuh dia.

Kampung Pancasila yang baru dibentuk ini kata dia, akan menjadi role model bagi terbentuknya kampung Pancasila lain di Bumi Lamaranginang julukan Luwu Utara.

BACA JUGA  Pasca Peristiwa Bom Bunuh Diri, Kapolda Gorontalo Instruksikan Jajaran Tingkatkan Pengamanan dan Kewaspadaan

Nuranifah menambahkan bahwa, menurutnya, seluruh desa di Bumi Lamaranginang kedepannya juga akan mengaplikasikan hal serupa. Selain hidup gotong royong seperti pembuatan gapura, nanti juga akan ada kegiatan ‘mengaji’ Pancasila.

Masih banyak masyarakat yang hanya bisa menyebutkan Pancasila saja. Tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.

“Hakekatnya yang penting. Sehingga dibumikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Terbentuknya kampung Pancasila kata dia, berawal dari kesadaran masyarakat. Diharapkan juga bisa mencegah adanya paham-paham radikal atau intoleransi yang dapat memecah belah bangsa. “Sehingga nanti bisa dideteksi secara dini,” imbuh Nuranifah.

Sementara Komandan Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Apriadi Nidjo, S.M, M.Ip melalui Danramil 1403-11/Masamba Kapten CBA Marten Luter Rango’o, SE mengatakan, pencanangan Kampung Pancasila ini tidak hanya akan selesai secara seremonial saja.

Pihaknya berkomitmen akan melakukan pendampingan secara terus menerus. Harapannya akan terbentuk Kampung Pancasila lainnya di wilayah teritorialnya yakni Kecamatan Masamva, Rampi dan Mappedeceng serta di Luwu Utara. “Kita akan adakan acara-acara walaupun tidak seremonial,” imbuh dia.

Tidak menutup kemungkinan dengan cikal bakal Kampung Pancasila, juga akan terbentuk Kabupaten Pancasila nantinya di Luwu Utara. “Sehingga Pancasila tidak hanya akan diucapkan melalui mulut saja, melainkan juga berupa tindakan,” jelasnya. (yustus)