oleh

Komisi III DPRD Lamsel Minta Dinas PU-PR Lebih Ketat Dalam Pengawasan dan Memberikan Teguran Keras Pada Rekanan

(Rombongan komisi III DPRD Lampung Selatan saat mengecek hasil pekerjaan di Ruas Jalan Cintamulya-Karya kecamatan Candipuro)

 

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Komisi III DPRD Lampung Selatan menilai hasil pekerjaan yang bersumber dari dana APBD Lampung Selatan tahun 2022 masih banyak ditemukan pekerjaan yang tidak berkualitas.

Salah satunya pekerjaan di Ruas Cintamulya -Karya Mulyasari (125) Lanjutan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang belum lama rampung dikerjakan oleh pihak rekanan CV Agha Konstruksi yang menelan anggaran APBD Lampung Selatan Tahun anggaran 2022 sebesar Rp 2 Milyar lebih itu sudah banyak keretakan dan patah di sejumlah titik.

Hal tersebut diketahui saat para wakil rakyat yang membidangi pembangunan dan infrastruktur itu melakukan kunjungan kerja ke lokasi, Jum,at (23/9/2022)

Dalam kunjungannya komisi III DPRD Lampung Selatan itu dipimpin langsung oleh ketuanya, Rosdiana didampingi Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Lampung Selatan Hasanuddin, Camat Candipuro Sholatan dan para anggota komisi III serta pihak rekanan.

Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan,Rosdiana mengatakan pekerjaan di Ruas Jalan Cintamulya-Karya terdapat 20 titik yang kondisinya retak dan patah.

Menurutnya hal ini perlu adanya pengawasan yang ekstra dari Dinas PU-PR sebagi penanggung jawab pelaksana kegiatan pembangunan.

BACA JUGA  Pj Bupati Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2022

“Kami selalu obyektif memberikan kritikan dalam bidang pembangunan. Jika memang hasil pekerjaannya bagus ya kami sampaikan bagus dan sebaliknya jika hasilnya tidak berkualitas ya kami katakan apa adanya.”kata Legeslatif dari Fraksi PDI-Perjuangan itu dilokasi saat melakukan kunjungan kerjanya bersam para anggota komisi III, Jum,at (23/9/2022)

Kami komisi III meminta kepada pihak rekanan untuk segera memperbaiki pekerjaan yang kami nilai ada 20 titik yang mengalami retak-retak dan patah.

“Jangan sampai niat baik pemerintah daerah yang telah merealisasikan pangajuan para wakil rakyat dan mengalokasikan anggaran pembangunan, namun hasilnya tidak sesuai harapan,”terangnya.

Sementara itu Dinas PU-PR Lampung Selatan melalui Bidang Bina Marga, Hasanuddin tidak menampik adanya sejumlah temuan.

“Kalau untuk rigit kita berpatokan pada spek. Ini memang ada temuan di beberapa titik yang kondisinya pecah, nanti kita tekankan pada rekanan untuk memperbaiki, Kemudian untuk pemeliharaan kita tahan, dana tensinya untuk mengantisipasi ini, sama permintaan kita yang didepan.

“Itu didepan kan ada jalan yang harus diperbaik, akibat pekerjaan ini ada yang perlu diperbaiki oleh kawan-kawan. Saya minta kontraktor nya agar memperbaiki.”tegas Hasan. (Red)