BLORA, INFODESANEWS – Petani hutan terjadi konflik dengan Waka ADM Randublatung dilansir dari Sosial Media (Sosmed) dengan akun Tiktok @petani hutan KHDPK yang bertuliskan di video tersebut menyatakan Konflik Lahan Hutan Kembali Terulang orang kecil selalu di tindas pupuk tidak bisa dapat. Panen selalu di minta argo (pajak tinggi) oleh perhutani. Masyarakat ingin mengelola malah di takut-takuti.
Dengan Postingan Tiktok yang di unggah pada Senin (16/12/2024) tersebut mendapatkan 12,7 ribu like, 3.024 komentar, 875 dibagikan postingan tersebut mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat di dalam kolom komentar diantaranya Akun.
“Perhutani nggak punya lahan cuma mengelola hutan dibawah naungan kehutanan. kalau tanah di kelola masyarakat, rakyat punya hak dan negara wajib memberi kewajiban karna setiap warga punya hak hidup hak papan tempat tinggal,” terangnya Iwan Gunawan di kolom komentar.