oleh

Kevin Ciang Siswa Lulusan SMA Kristen Petra 1 Surabaya Kembangkan Aplikasi NFT

JAKARTA – Siswa lulusan SMA Kristen Petra 1 Surabaya, Kevin Ciang berhasil mengembangkan aplikasi NFT bernama Woilo.

NFT atau Non-Fungible Token merupakan aset digital yang berbentuk karya seni maupun barang koleksi yang bisa dipergunakan untuk membeli sesuatu secara vitual. Barang itu bisa berupa fotom gambar, video, dan lainnya.

Woilo merupakan aplikasi media sosial karya anak bangsa yang diciptakan lewat PT Karya Digital Indo.

Lewat aplikasi NFT milik Kevin memungkinkan penggunanya bisa membuat NFT dengan proses kurang dari 1 menit.

Para pengguna Woilo, kata Kevin, hanya perlu mengunggah konten mereka di Woilo, seperti mengunggah foto pada media sosial pada umumnya.

Setelah itu, Woilo akan menangani semua proses pembuatan NFT.

“Nantinya pengguna Woilo dapat membuat, menjual, dan membeli NFT di Woilo menggunakan mata uang rupiah,” ucap dia dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Yang menarik lagi, sebut dia, aplikasi miliknya bisa menampilkan NFT terpilih dari para penggun marketplace NFT ternama yaitu OpenSea.

Hal itu membuat pengguna NFT bisa memperjualbelikan aset digitalnya di pasar global.

Dia berharap aplikasi NFT miliknya bisa meningkatkan kualitas hiburan dan sumber informasi bagi masyarakat Indonesia.

Saat ini, aplikasi NFT miliknya sudah digunakan lebih dari 2 juta pengguna di Indonesia.

“Ini akan menjadikan pengalaman baru dan inovatif bagi para pengguna internet di Indonesia,” jelas dia.

Kevin menambahkan aplikasi NFT Woilo diciptakan karena tingginya minat masyarakat Indonesia yang bersosialisasi di dunia maya.

Lalu ada kesadaran bahwa mayoritas aplikasi media sosial yang banyak digunakan dari produk luar negeri.

Perkembangan NFT di Indonesia

Belum lama ini, pelaku konten kreator bernama Ghozali sempat viral karena berhasil menjual foto hasil selfienya dalam bentuk NFT. Bahkan NFT Ghozali bisa laku hingga miliaran rupiah.

Menurut Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Hamzah Ritchi, perkembangan NFT di Indonesia termasuk cepat seiring perkembangan industri tersebut di tingkat global.

Hal ini dimungkinkan seiring makin terbuka dan meningkatnya pemahaman mengenai blockchain, perdagangan mata uang kripto, serta infrastruktur teknologi yang makin menunjang.

“Jika dilihat dari pertama kalinya transaksi NFT dikenalkan oleh artis digital Kevin McCoy ada 2014, perkembangan NFT Indonesia pada 2021 termasuk cepat,” kata Ritchi.

Meski perkembangan NFT di Indonesia tergolong cepat, masyarakat masih berada dalam tahap perkenalan.

Ritchi mengatakan, eksplorasi atas industri ini masih terus dilakukan. Pasca-larisnya tokenisasi swafoto Ghozali Everyday, eksperimen atas penjualan di OpenSea terus dilakukan.