Kebisingan Musda Mayoritas Demokrat

banner 728x90

JAKARTA, INFODESANEWS | Jelang persiapan Pemilu 2024, Demokrat masih belum selesai membenahi urusan internalnya. Kali ini, Sejumlah Musyawarah Daerah (Musda)partai berlambang bintang Merci ituberakhir gaduh terkait pemilihan Ketua DPD.

Hal ini dipicu dengan sistem pemilihan Ketua DPD yang dipilih oleh DPP melalui fit and proper test. Hasil uji kelayakan dan kepatutan itu memutuskan kandidat lain yang tidak memiliki mayoritas suara terpilih jadi ketua DPD.

Baca Juga

BACA SELENGKAPNYA :  Panitia Penjaringan Cakada Lamsel PD Terima LO dan Tim Hendri Rosyadi Ambil Berkas Pendaftaran

Hal inilah yang dianggap bahwa DPP Demokrat tidak demokratis dan memicu daerah bergejolak.

Setidaknya, ada empat Musda Demokrat yang berakhir kisruh bahkan sampai terjadi pembakaran atribut partai. Kader Demokrat pun ada yang memilih hengkang dan pindah partai.

Berikut rangkumannya:

1. Riau

Musda DPD Partai Demokrat Riau berakhir kisruh. Penyebabnya, karena pengurus lama merasa kecewa imbas DPP yang secara tiba-tiba menggelar musda pengurus baru pada 2021. Padahal jabatan pengurus lama berakhir di Agustus 2022.

BACA SELENGKAPNYA :  Fraksi Demokrat Minta Pemkab Lamsel Lakukan Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah

12 DPC Demokrat Riau secara aklamasi memilih Agung Nugroho, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau sebagai calon tunggal Ketua DPD. Agung menggantikan Asri Auzar, mantan Wakil Ketua DPRD Riau yang sempat maju menjadi calon Bupati Rokan Hilir dalam Pilkada 2019.

banner 728x90