oleh

Kapten Inf.Imron Nata Berikan Materi Wasbang

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Danramil 0421-08/Pls, Gelar kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial kita jadikan lampung selatan situasi tertib dan kondusif serta aman dari ancaman wabah virus corona (covid 19) , pada acara sosialisasi yang diselenggarakan diaula kesbangpol kabupaten lamsel , selasa (27/10/2020).

Sosialiasi tentang penanganan konflik , dihadiri langsung kaban kesbangpol bapak Tomas amirico , Kabid politik dan kewaspadaan nasional , Kabid ketahanan agama , ekonomi dan kemasyarakatan , Kapten Inf.Imron nata mewakili Dandim 0421/LS , Iptu Andi yunara kasat intelkam polres lamsel serta bebera orang perwakilan tokoh lainnya.

Dalam sambutannya kaban kesbangpol kab.lamsel menyampaikan “Upaya pemrintah dalam penanganan konflik sosial telah menerbitkan regulasi UU No.7 Tahun 2012 , tentang penanganan konflik sosial dan permendagri No.42 Tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial , untuk itu pemkab.lamsel telah melakukan koordinasi , bersinergi dan keterpaduan melalui forkopimda (prov/kab/kota) Kominda dan penanganan konflik sosial”.terangnya.

BACA JUGA  Sejumlah Anggota Kodim 0421/LS, Jalani Tes Psikologi

Kaban kesbangpol lamsel juga mengatakan “Ada beberapa point untuk mengantisipasi terjadinya konflik sosial jelang pelaksanaan pilkada lamsel mendatang diantaranya : meningkatkan koordinasi , melakukan upaya – upaya pencegahan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberikan pengertian untuk bersama – sama menjaga kondusifitas dilamsel”.tandasnya.

BACA JUGA  Tak Kenal Lelah Bhabinsa Terus Lakukan Gakplin Prokes Covid-19

Sementara itu Kapten Inf.Imron nata dalam menyampaikan wawasan kebangsaan mengatakan “Tantangan ideologi pancasila saat ini yakni , merebaknya ideologi kapitalisme yang menyengsarakan rakyat , merebaknya pramatisme yang merusak sendi-sendi kegotong-royongan , perkembangan cara berpikir dan sistem perpolitikan yang kalkulatif dan transaksional meningkatnya gerakan ektrim fundalisme yang mengatas namakan agama dan mengancam ideologi pancasila serta de-ideologisasi dan de parolisasi”.pungkasnya.

Kapten Inf.Imron nata juga menerangkan “Tugas bagi seorang pemimpin adalah mempersatukan rakyat dan mensejahterakan rakyat secara merata agar konflik – konflik sosial dapat teratasi dengan sendirinya. (rilis/kodim)

Berita