Kegiatan penilaian lapangan dimulai dengan pengenalan program 99 Pedati yang diterapkan di Asha Farm perkebunan melon yang dikelola dengan sistem greenhouse dan hidroponik. Sistem itu memanfaatkan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan hasil panen.
Penghargaan IGA untuk Blora tahun ini meningkat peringkatnya. Dulu Blora di peringkat sangat inovatif sekarang naik menjadi terinovatif dengan inovasi yaitu kotak umat ini memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk organik dan juga aplikasi silat ini yang terkait dengan pengurangan angka putus sekolah.
‘’Ini adalah buah karya dari seluruh pihak. Tentunya ini membanggakan karena kita se-indonesia dari sekian ratus kabupaten kita masuk 16 besar. Kami dipanggil di urutan ketiga setelah Banyuwangi,” terangnya.
Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief itu, bahwa penghargaan IGA merupakan salah satu indikator penilaian kinerja. Untuk itu kepada seluruh pihak di jajarannya terus berinovasi agar tahun depan Blora tetap bisa mempertahankan menjadi kabupaten terinovatif se-indonesia.
‘’Ini capaian yang sangat luar biasa dan saya sangat apresiasi pada semua pihak yang telah mendukung khususnya di dinas DP4 dengan inovasi sejuta kotak umat dan juga dinas pendidikan dengan inovasi Silat,’’ papar Mas Arief.