Era Digital, Gibran Usul Sebaiknya Ada SMK Jurusan Medsos

banner 728x90

SOLO —INFODESANEWS,  Calon walikota (Cawali) Solo Gibran Rakabuming Raka mengusulkan adanya kurikulum media sosial (Medsos) untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Usulan tersebut telah disampaikan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “Kehadiran Medsos saat ini bagian terpenting sehingga perlu dijadikan kurikulum di SMK. Konsepnya sudah saya sampaikan sama pak Gubernur,” kata Gibran, Jumat (20/11).

Gibran mencontohkan, saat belajar ilmu marketing di Singapura kurikulumnya jauh berbeda saat adiknya Kaesang Pangarep kuliah, meskipun jurusannya sama yakni ilmu marketing. Gibran menyampaikan, apa yang dipelajarinya dulu masih menggunakan metode offline. “Sesuai perkembangan zaman, sekarang semuanya serba online. Zaman itu berubahnya cepat banget kita harus mengikutinya,” kata dia.

Ia menegaskan, apa yang dipelajari saat kuliah di Singapura sudah tidak berlaku lagi. Melihat fakta tersebut harus ada sesuatu yang baru, yang bisa menjawab tantangan zaman. “Perubahan zaman harus bisa menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas,” kata dia.

BACA SELENGKAPNYA :  Revisi Kedua UU ITE Berpotensi Mengancam Kemerdekaan Pers

Terkait jurusan medsos, lanjut dia, bisa menjadi digital marketer (untuk generate leads dan brand awareness). Sekain itu bisa menjadi sosial media specialist juga. “Kompetensinya antara lain content creation, marketing (market analysis, digital marketing, branding dan public relation, search engine optimization, google analytics) dan lainnya,” tutur dia.

Putra sulung Presiden Jokowi ini juga membandingkan saat dirinya duduk di bangku SMA di Singapura, para siswa belum mengenal Zoom, WhatsApp hingga Wikipedia. Bahkan ketika terjadi wabah SARS di sana, tugas sekolah harus dikirim melalui pos.

BACA SELENGKAPNYA :  Kapolda Jatim Melepas 77 Mobil Vaksinasi dan Bantuan Sembako

“Meski serba kesulitan, saya bersyukur masih bisa bertahan. Saat ini ada permasalahan SMA/SMK di Solo yang menjadi prioritas harus diselesaikan,” ujar Gibran.

Persoalan yang dimaksud, kata dia, masalah zonasi SMA/SMK dI Solo belum merata. Hal itu dapat dilihat masih ada kecamatan di Kota Solo yang belum ada SMA-nya. “Nanti SMA 2 Solo bakal pindah ke HP (lahan Hak Pakai) 16 Mojo (Kecamatan Pasar Kliwon),” kata dia.(TL/ismail/hr)

banner 728x90