BANDAR LAMPUNG.INFODESANEWS– Keluarga pasien yang duduga meninggal akibat Covid-19, merasa keberatan dan kecewa dengan pernyataan pihak Rumah Sakit yang menyatakan meninggal akibat Covid-19,

Hal tersebut disampaikan oleh Brian yang merupakan adik sepupu dari korban,

Dikatakan keputusan pihak Rumah Sakit yang menyatakan adik sepupunya meninggal akibat Covid-19, itu tidak benar dan kami atas nama keluarga sangat keberatan dan Kecewa dengan pernyataan pihak Rumah Sakit yang di sampaikan kepada kami.

“Kami keluarga besar sangat kecewa dengan tindakan sewenang-wenang dan tidak manusiawinya para pekerja medis dan manajemen RS Advent. Karena pasien atas nama Yudi yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19, yang sudah dimakamkan, ternyata masih berada di ruang jenazah,” ujar Brian dengan nada emosial.

Dijelaskan, pada hari Jum,at, 22 Januari 2021,sekitar pukul 18.00 wib kami mendapatkan kabar dari pihak RS melalui sambungan telpon, bahwa adik kami atas nama Yudi (57) warga Jln. Kartini Gg. Idrus No.5/22, Bandar Lampung, telah meninggal dunia dan dimandikan pemusaran secara Protkes Covid-19.

“Itupun belum dapat dipastikan apakah saudara kami ini meninggal akibat terkonfirmasi positif Covid-19, sebab belum ada hasil Lab yang memperkuat bahwa adik saya meninggal akibat Covid-19,atau ada penyebab penyakit laiin.”kata dia pada infodesanews.com. Sabtu (23/1/2021)

BACA JUGA  38 juta Jiwa se-Indonesia Harus Divaksin Tahap Kedua

Menurutnya pada saat mengantarkan ke RS, Almarhum ini negatif dari Covid-19. Jadi kesimpang siuran kabar yang kami terima membuat keluarga besar tidak menerima,

“Karena salah seorang tenaga kesehatan RS Advent, menyampaikan kapada keluarga bahwa pasien atas nama, Yudi (57) warga Jln. Kartini Gg. Idrus No.5/22 Bandar Lampung, telah dimakamkan dilokasi pemakaman Covid 19 di Kelurahan Umbul Kunci-Teluk Betung Barat.”ujarnya.

Setelah kami mencari informasi secara detail kami mendapatkan kabar bahwa Yudi masih ada di kamar jenazah.

“Inikan membuat kami kecewa bercampur marah. Karena Almarhum ini masih ada keluarga besarnya. Yang kami sesalkan bukan kematian kakak kami, tapi pihak RS Advent ini yang tidak dapat memberikan penjelasan dengan gamblang, sehingga menyulut emosi keluarga.”paparnya.

Hal senada dikatakan Utara Kencana yang saat ini menjadi Ketua Organisasi Masyarakat Jati Agung Bersatu ( JAB ) Di kecamatan Jati Agung, “Saya merasa sangat kecewa dengan ketidak jelasan serta kesimpang siuran informasi dari Rumah sakit, mengenai meninggal nya saudara saya ini.”kata dia singkat.

Hingga berita ini kami turunkan belum ada keterangan resmi dari pihak RS Advent, dengan adanya miskomunikasi yang terjadi. (Ronald)