“Sampai saat ini kami belum menerima bantuan apapun dari pemerintah,” ujar Denny saat ditemui di Terminal Terpadu Depok.
Denny menambahkan, kenaikan BBM membuat dirinya kesulitan untuk meningkat pendapatan melalui jasa angkutan umum. Hal itu dikarenakan Pemerintah Kota Depok maupun Organda belum menentukan batas tarif angkot sejak kenaikan BBM.
“Belum ada tarif resmi, tarif sekarang ini merupakan inisiatif pengemudi angkot untuk mencegah kerugian akibat BBM naik,” pungkas Denny.***Myd/Tim