Tim Pengabdian UMS Lakukan Pendampingan Olahan Produk Pangan Berbahan Jamur

banner 728x90

SRAGEN – INFODESANEWS, Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan kegiatan pendampingan pada UMKM Gading Sukowati tentang pengolahan pangan berbahan jamur tiram di wilayah Plumbon kabupaten Sragen, Sabtu (11/12).

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr. Ambarwati, M.Si. dari Pendidikan Biologi FKIP UMS dengan  anggota Dr. Ir. Suranto, MM dari teknik Industri, Dra. Suparti, MSi dari Pendidikan Biologi FKIP UMS dan Aan Sofyan, MSc dari Prodi Ilmu gizi FIK UMS. Tim juga dibantu oleh Lina Agustina, MPd dari Pendidikan Biologi FKIP UMS, 5 mahasiswa dari Pendidikan Biologi FKIP UMS, 5 mahasiswa dari Teknik Industri dan 5 mahasiswa dari Prodi ilmu Gizi FIK UMS. 

Tim pengabdian memberikan pelatihan mengenai diversifikasi produk pangan dengan memanfaatan jamur tiram. Produk diversifikasi pangan yang dikenalkan antara lain yaitu nugget jamur, bakso jamur, dimpsum jamur serta kaldu jamur. Kegiatan ini diikuti oleh pengrajin jamur tiram dan ibu-ibu anggota PKK di Desa Plumbon Kabupaten Sragen.

Kegiatan PkM ini didanai dari Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021. PkM ini bertujuan untuk melatih kemampuan para pengrajin budidaya jamur di wilayah Plumbon, terutama kelompok petani jamur yang tergabung dalam UMKM Gading Sukowati. Selain itu kegiatan pendampingan ini dilakukan untuk memberikan gambaran peluang usaha produk pangan dengan memanfaatkan jamur.  Selama ini fokus usaha dari kelompok budidaya jamur UMKM Gading Sukowati hanya berfokus pada budidaya jamur dari mulai penyediaan bibit, baglog hingga menumbuhkan jamur sampai menghasilkan jamur segar. Setelah jamur segar dipanen kemudian langsung dijual kepada tengkulak atau pengepul. Hal ini tentunya akan menghasilkan pendapatan yang berbeda jika dibandingkan dengan menjual produk olahan pangan berbahan jamur. 

BACA SELENGKAPNYA :  Sosialisasi dan Serah Terima Mahasiswa Bersama Orangtua Wali Sekolah Vokasi UMS Berlangsung Khidmat

Keuntungan penjualan jamur yang dijual dalam bentuk segar lebih kecil bila dibandingkan dengan penjualan olahan produk jamur. Selain itu pada saat panen raya jamur, biasanya jamur akan melimpah dan hal ini akan menyebabkan harga turun karena stok jamur banyak sedangkan tingkat penyerapan terbatas. Apabila jamur segar tidak segera dijual bisa berpotensi mengalami kerusakan sehingga berpotensi merugikan petani jamur. Oleh karena itu pelaku usaha budidaya jamur perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan mengolah produk pangan dengan memanfaatkan jamur.

BACA SELENGKAPNYA :  Wakil Bupati Jenguk Warga Pengkoljagong Yang Mundur Dari Blt Dana Desa

Menurut Dr. Ambarwati, MSi selaku ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian, pelatihan diversifikasi produk pangan pada kegiatan pengabdian ini selain untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi para pengrajin budidaya daya jamur, juga memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar sehingga harapannya bukan hanya pengrajin jamur yang mendapatkan manfaat, namun seluruh masyarakat di sekitar Plumbon juga menerima manfaat dari kegiatan ini. Lebih lanjut Dr. Ambarwati, MSi mengatakan bahwa kegiatan pengabdian yang didanai oleh Setjen Diktiristek kerjasama dengan UMS ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh di masa Pandemi Covid-19. “Melalui kegiatan ini akan tumbuh usahawan baru di era pandemik ini dalam bidang pangan yang berbasis jamur,” harapnya. (Anto/Her)

banner 728x90