oleh

Ulah oknum Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM) Meresahkan Kades

KALIANDA, InfodesakuNews – Ulah oknum Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM) pasca pencairan Dana Desa 2017 membuat para Kepala Desa (Kades) dibeberapa kecamatan di Lampung Selatan menjadi resah.

Hal itu di Keluhkan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Sidomulyo, Muksin HS mengatakan tahun lalu oknum LSM itu menyurati seluruh Kades di Kecamatan setempat. Jika mereka mendapat tugas mengawasi DD merupakan mandat dari pusat.
“Awalnya mereka menyurati, memberitahu keberadaan mereka mengawasi DD,” kata Muksin, Minggu (18/6/2017).

Pada tahun ini, mereka kembali menyurati dan mendatangi para Kades. Dalam surat itu, mereka menjalankan tugas untuk mengawasi perencanaan, pengelolaan dan pelaporan DD.
“Sebenarnya siapa saja boleh mengawasi DD, termasuk melaporkan jika ada penyelewengan,” kata dia.

Keresahan para Kades itu, disebabkan LSM meminta sejumlah uang setiap tahap pencairan DD. Berdalih uang untuk kelembagaan yang sudah diatur dalam Undang-Undang desa dan sudah di anggarkan dalam APBDES sebesar Rp5 juta.
“Padahal uang kelembagaan itu peruntukannya hanya untuk BPD dalam UU tersebut,” kata Kades Sukamarga itu.

Untuk itu, Muksin meminta agar para Kades tidak perlu takut menolak permintaan LSM tersebut. Jika mereka memaksa meminta sejumlah laporkan ke aparat Kepolisian setempat.
“Tidak perlu takut, sepanjangan lakukan pengelolaan DD sesuai dengan UU dan perbup. Jika mereka minta paksa, itu namanya pemersaan, laporkan saja,” kata dia.

Sementara itu Kades Kotadalam, Asli Jauhari membenarkan oknum LSM itu mendatanginya dan meminta sejumlah uang.
“Mereka datang meminta sejumlah uang, tapi tidak saya kasih,” kata dia.

Dijelaskannya, oknum LSM itu meminta uang yang sudah dianggarkan untuk bacaan dan koran desa. Padahal anggaran itu, untuk membayar langganan beberapa koran.
“Dalam Peraturan Bupati sudah jelas unag itu untuk langganan koran, sebagai bacaan informsi perangkat dan masyarakat desa setempat,” kata dia.

Ditempat terpisah, Sekretaris Apdesi Kecamatan Candipuro, Samsul mengatakan jika oknum LSM yang dimaksud belum masuk di kecamatan setempat.
“Belum masuk, mungkin karena disini belum berjalan. Tapi kalau tahun lalu mereka masuk ke desa-desa,” ujarnya.

Keberadaan LSM itu, kata dia, sudah mendatangi para Kades tahun lalu. Mereka berdalih mengawasi DD agar tidak terjadi penyimpangan.
“Alasannya waktu itu, mengawasi DD,” ujar Kades Sidoasri itu. (ARAS/SGN)

Berita