Nining; Tahun Politik, Jangan Bikin Pernyataan ‘Panas’

0
251 views
Dok. Pengamat Politik dari Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan (Tangsel), Sri Retnaning Sampurnaningsih, MSc.

TANGSEL, INFODESANEWS – Di tahun politik 2019 ini, para politisi dihimbau untuk tidak membuat kegaduhan dengan mengumbar pernyataan-pernyataan ‘panas’. Sebab, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan (Tangsel), Sri Retnaning Sampurnaningsih, MSc.

Wanita yang akrab disapa Nining ini mengungkapkan, suhu politik yang memanas akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Tidak saja para pelaku industri besar yang terkena dampaknya, tapi sektor industri dan pengusaha kecil menengah juga merasakan akibatnya.

“Saya bukan orang politik, tetapi saya merasakan, jika suhu politik memanas akibat banyak politisi yang membuat statement ‘panas’, ini bisa berdampak negatif,” tegas Nining yang juga pengusaha kuliner Resto Bakmi Djowo di Tangsel.

Yang penting, lanjutnya, dengan tidak memanasnya politik dan para pelakunya bijaksana tidak membuat pernyataan yang membangkitkan keributan massa, maka tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat tidak akan rusak.

Menurut alumni Universiteit Erasmus Rotterdam (EUR) Belanda bidang ilmu Ekonomi ini, sekarang sektor usaha kecil sedang tumbuh pesat. Di berbagai daerah, usaha seperti kuliner tradisional meningkat dari waktu ke waktu.

“Untuk itu, perlu dukungan semua pihak. Jangan gara-gara tahun politik ini, para pengusaha kecil gulung tikar karena tidak diuntungkan dengan situasi yang memanas,” terang wanita yang punya pengalaman 15 tahun bekerja pada Perwakilan Pemerintah Belanda di Jakarta dalam bidang Pendidikan.

Nining juga melihat, kini sedang terjadi perubahan pola tren konsumsi rumah tangga. Mal banyak dipadati orang, tapi sedikit yang belanja. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka cenderung memilih ke pertokoan-pertokoan.

“Banyak yang lihat-lihat saja, tapi tidak beli. Mereka ke Mal kebanyakan hanya ingin jalan-jalan bersama keluarga sambil melihat-lihat suasana,” ujarnya. Kondisi ini menjadi peluang bagi pengusaha kecil untuk menciptakan produk yang dikehendaki masyarakat.

Untuk itu, ke depan, pemerintah—baik pusat maupun daerah harus bisa lebih maksimal lagi mensinergikan pengusaha besar dan kecil agar para pengusaha besar ini dapat menampung produk yang dihasilkan pengusaha kecil agar ada peluang ketersedian pasar.

“Selain itu, dengan mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kecil, berarti turut mendorong berkembangnya wirausaha muda,” ujar wanita yang kini sedang mengambil program S3 di Universitas Persada Indonesia (UPI – YAI) Jakarta ini.

Dia berharap, tahun 2019 ini, Indonesia mendapatkan pemimpin yang peduli dengan pertumbuhan ekonomi segala sektor di berbagai daerah. Apalagi, ujar Nining, ke depan, transaksi secara online akan terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan bisnis makin dinamis sehingga menuntut aturan yang jelas bagi para pelaku bisnis online dari pemerintah.***Apt.