oleh

(Kisah Gadis Cantik Penjual Cilok Asal Wonogiri), Utari Nur Alina: “Berkah Kerja Keras dan Doa”

SURAKARTA – INFODESANEWS, Jagat media sosial (medsos) beberapa hari ini diramaikan beredarnya foto gadis penjual cilok berwajah cantik di Boyolali. Gadis terlihat lembut nan ayu itu biasa berjualan kawasan Bandara Adi Soemarmo, Jalan Raya Nagasari-Mangu, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Banyak yang mengagumi sosok gadis berjilbab tersebut karena kecantikan serta keluwesan saat melayani pembeli. Tak heran jika terlihat kerumunan pembeli yang kebanyakan anak-anak dan remaja mengantre cilok yang dipesan.

Nama gadis itu Utari Nur Alina. Dia berjualan menggunakan sepeda motor, setiap hari menjajakan panganan ringan tersebut mulai pukul 15.30 sampai menjelang magrib. Cilok dagangannya diletakkan dalam wadah seng kotak bertuliskan Cilok 354 Balap Siomai.

Ketika didekati untuk lebih jauh mengenal sosok lagi trending ini, Utari mengaku tak pernah mengira bakal menjadi viral di media sosial. Awal dia berjualan semata tergerak karena dorongan ingin bekerja mandiri sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Bukan karena apa-apa aku berjualan, aku jualan dari hati karena ingin mandiri, aku menjalankan dengan ikhlas,” tuturnya sembari mencoblos satu per satu penganan berbentuk bulat kenyal itu dari dandangnya yang panas untuk pembeli.

Gadis kelahiran 14 Maret 2000 itu awalnya sebatas membantu kakaknya berjualan bakso bakar sejak tahun 2015 hingga awal Juni 2019. Dia bekerja sepulang sekolah dan bertepatan hari libur. Lebih tepatnya, saat Utari masih bersekolah di SMK Ibu S. Soemoharmanto Wonogiri.

Selepas lulus SMK, gadis asli Jatipurno Wonogiri itu ikut kakaknya tinggal di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Dari situ, dia mengasah keahliannya dengan mengikuti kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Solo, mengambil jurusan tata boga.

“Setelah lulus sekolah, di sini ikut kursus di BLK (Solo), jurusan tata boga. Aku ingin mengisi waktu luang. Aku punya greget ingin jualan gitu. Aku bertekad ingin jualan,” ujar dia.

Kemudian menjadikan cilok sebagai pilihan karena ingin meniru kakaknya. Lokasi yang dipilih yakni di pinggir jalan raya Mangu, Ngemplak, Boyolali. Di lokasi tersebut juga ada kakaknya yang jualan bakso bakar.

Awal dia berjualan tidak seramai sekarang, dia berjualan menggantikan rombong milik kakaknya, Novi, yang kini menjadi ibu rumah tangga. Diakui awalnya sering kali dagangannya tidak habis dan dibawa kembali pulang.

“Tapi aku berusaha dan berdoa terus, aku berjualan tidak pandang kiri-kanan, pokoke jualan. Alhamdulillah lama kelamaan banyak yang beli,” tutur Utari.

Di luar dugaan keberadaan penjual cilok yang selalu berjilbab cukup modis itu, justru sering kali membuat pembeli gagal fokus. Utari semakin dikenal, bahkan setelah foto-fotonya beredar, banyak orang penasaran dan datang membuktikan sendiri jika dirinya memang penjual cilok.

Utari tidak menampik bila orangtuanya sempat tidak mengizinkannya berjualan sendiri. Alasan orangtuanya tidak tega melihat dia berjualan di pinggir jalan.

“Sudah menjadi tekadku. Orangtua aku yakinkan, karena itu setiap berjualan aku ditemani saudaraku,” tandasnya.

Berkah tidak dinyana pun didapat, setelah dirinya viral dagangan ciloknya semakin laris, bahkan meningkat 4 hingga 5 kali lipat. Kini sehari bisa habis 20-25 kilogram tepung.

“Sekarang rata-rata habis 20-25 kg per hari. Sebelumnya 4-6 kg, itu saja kadang-kadang tidak habis. Alhamdulillah jualan semakin ramai,” pungkas Utari yang mengaku ingin terus mengembangkan usaha ciloknya. (dbs/hr/tm/*)

Berita